Festival Literasi 2026 Dibuka, Pekalongan Gerakkan Literasi hingga Jelantah Jadi Rupiah

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid bersama Bunda Literasi Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI, Edi Wiyono, membuka pameran

Kota Pekalongan – Literasi bukan sekadar membaca buku, tetapi juga membangun kepedulian dan aksi nyata bagi lingkungan. Semangat tersebut mewarnai pembukaan Festival Literasi dan Ayo Membaca Kota Pekalongan 2026 bertema “Literasi Bergerak, Kreativitas Berdampak”, yang dirangkaikan dengan gerakan GEMAR JARIYAH (Gerakan Bersama Merubah Jelantah Jadi Rupiah), Senin (5/10/2026).

Wali Kota Pekalongan H. A. Afzan Arslan Djunaid bersama Bunda Literasi Kota Pekalongan Hj. Inggit Soraya dan Kepala Biro Perencanaan dan Keuangan Perpustakaan Nasional RI, Edi Wiyono, membuka pameran buku dan multiproduk di halaman Kantor Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (Dinarpus) Kota Pekalongan.

Wali Kota Aaf menekankan pentingnya penguatan literasi untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia, termasuk kemampuan masyarakat menyaring informasi di era digital. Sementara itu, melalui GEMAR JARIAH, TP PKK Kota Pekalongan mengajak ASN, OPD, Dharma Wanita, kader PKK dan Posyandu, serta masyarakat mengumpulkan minyak jelantah agar tidak mencemari lingkungan sekaligus memiliki nilai ekonomi.

“Literasi hari ini bukan hanya tentang membaca buku, tetapi juga kemampuan memahami dan menyikapi informasi. Kita ingin masyarakat semakin cerdas, kritis, dan mampu menghadirkan dampak positif bagi lingkungan,” ujar Aaf.

Inggit Soraya menambahkan, minyak jelantah yang terkumpul akan ditampung melalui pengelola di masing-masing kelurahan untuk selanjutnya diambil mitra pengolah. “Mari konsisten mengedukasi masyarakat agar tidak membuang jelantah sembarangan. Kita ubah limbah menjadi rupiah sekaligus menjaga lingkungan,” ajaknya.

Melalui festival dan gerakan ini, Pemkot Pekalongan mendorong literasi yang tidak berhenti pada pengetahuan, tetapi tumbuh menjadi kreativitas, kepedulian, dan aksi nyata bagi masyarakat. (Ist)


Berikan Pendapat Anda