Gerakan Ayo Membaca Bersama Bunda Literasi, Pekalongan Teguhkan Komitmen Literasi

Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, hadir dan ikuti Gerakan Ayo Membaca. Senin, (10/11/2025)

KOTA PEKALONGAN — Kawasan GOR Jetayu Kota Pekalongan menjadi saksi semangat luar biasa dari lebih dari seribu pelajar SD, SMP, dan SMA yang mengikuti Gerakan Ayo Membaca. Kegiatan ini merupakan bagian dari rangkaian Festival Literasi Kota Pekalongan 2025, yang digagas untuk menumbuhkan budaya membaca di kalangan generasi muda. Senin, (10/11/2025).

 

Bunda Literasi Kota Pekalongan, Inggit Soraya, hadir langsung dan menyampaikan apresiasinya terhadap antusiasme peserta. “Ini momentum yang luar biasa. Semangat anak-anak hari ini semoga menjadi penyemangat untuk terus membaca, tidak hanya di sini, tapi juga di rumah dan di mana pun mereka berada,” ujarnya.

 

Gerakan ini mengajak anak-anak untuk menyempatkan waktu membaca minimal lima menit setiap hari. Menurut Inggit, yang terpenting bukan durasi, melainkan konsistensi dan kesadaran bahwa membaca adalah kebutuhan untuk memperluas wawasan.

 

“Gerakan Ayo Membaca bukan sekadar acara seremonial. Kami ingin anak-anak menjadikan membaca sebagai kebiasaan yang menyenangkan dan bermakna,” tambahnya.

 

Inggit juga menyoroti tantangan literasi di tengah dominasi gawai."Kita tidak bisa melarang anak-anak menggunakan gadget. Tapi kita bisa mendampingi mereka, mengarahkan ke konten yang positif dan memperkaya literasi,” jelasnya. 

 

Ia menekankan pentingnya peran orang tua dalam membangun komunikasi dan pendampingan yang bijak terhadap anak-anak.

 

Upaya literasi yang terus digalakkan membuahkan hasil. Kota Pekalongan kini menempati peringkat keempat indeks literasi tingkat Provinsi Jawa Tengah, sebuah lompatan signifikan dari posisi tiga terbawah pada tahun 2021.

 

“Alhamdulillah, kunjungan ke perpustakaan meningkat, minat baca tumbuh, dan kami terus berupaya bersama Dinas Kearsipan dan Perpustakaan untuk menyosialisasikan pentingnya membaca,” ungkap Inggit.

 

Kegiatan ini menjadi bukti bahwa gerakan literasi bukan hanya soal buku, tapi tentang membangun masa depan yang cerdas, kritis, dan berdaya. Pekalongan melangkah mantap sebagai kota literasi yang membanggakan.

 

 

Paramudya


Berikan Pendapat Anda