Wali Kota Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan ajang sport tourism ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi strategi kreatif untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan budaya lokal.
KOTA PEKALONGAN — Suasana kawasan budaya Jetayu, Kota Pekalongan, tampak semarak pada Minggu (4/10/2026). Ratusan peserta tumpah ruah mengikuti Heritage Run 2026, ajang lari yang memadukan olahraga dengan wisata sejarah di Kota Batik.
Kegiatan yang terbagi dalam kategori 10K dan 5K ini dilepas dari garis start di Gedung Bakorwil III Pekalongan. Menariknya, istri Wali Kota Pekalongan, Inggit Soraya, turut berpartisipasi langsung dan berbaur bersama ratusan pelari meramaikan event tersebut.
Wali Kota Pekalongan mengapresiasi penyelenggaraan ajang sport tourism ini. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi strategi kreatif untuk mempromosikan kekayaan sejarah dan budaya lokal.
“Melalui Heritage Run 2026, kita tidak hanya mengajak masyarakat hidup sehat, tetapi juga mengenalkan kawasan bersejarah Jetayu dan sudut kota yang sarat nilai budaya kepada peserta dari luar daerah,” ujar Wali Kota Pekalongan.
Ia berharap event ini terus berlanjut setiap tahun guna mendongkrak kunjungan wisata serta menggerakkan ekonomi lokal, khususnya UMKM dan kuliner khas Pekalongan.
Peserta 10K melintasi rute menantang mulai dari Gedung Bakorwil III, Jl. WR Supratman, Jl. Kusuma Bangsa, kawasan batik Pesindon, Jl. Hayam Wuruk, Jl. Dr. Wahidin, hingga Jl. H. Agus Salim, sebelum kembali finis di Bakorwil III.
Sementara itu, peserta 5K menyusuri lintasan yang tak kalah menarik lewat Jl. Kutilang, Jl. Tentara Pelajar, kawasan Pesindon, hingga jalan lingkungan yang asri sebelum menyentuh garis akhir di lokasi yang sama.
Acara berlangsung sukses dan tertib berkat pengamanan aparat kepolisian, Dinas Perhubungan, serta relawan. Para peserta mengaku terkesan dengan pengalaman berlari berlatar bangunan tua era kolonial yang eksotis. (Ist)