Drainase Sorogenen Dibersihkan Berkala, DPUPR Kota Pekalongan Pastikan Saluran Tetap Lancar

DPUPR Kota Pekalongan lakukan pembersihan sisa-sisa bangunan dan sampah yang ditinggalkan di kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen

KOTA PEKALONGAN – Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) setempat terus melakukan penataan kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen sekaligus memastikan saluran drainase di kawasan tersebut tetap berfungsi optimal.

 

Upaya pembersihan dilakukan secara berkala guna mencegah penumpukan sampah yang berpotensi menyebabkan genangan air saat hujan turun.

 

Kepala DPUPR Kota Pekalongan, Khaerudin mengungkapkan bahwa DPUPR telah menerjunkan tim saluran lengkap dengan bantuan alat berat ekskavator untuk membersihkan sisa-sisa bangunan dan sampah yang ditinggalkan di kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen.

 

“Waktu itu kami dihubungi Pak Asisten II terkait penataan Sorogenen. Kami langsung melakukan perapian terhadap sisa-sisa bangunan eks Pasar Darurat Sorogenen yang ditinggalkan para pedagang. Tim saluran kami bersama ekskavator sudah melaksanakan pembersihan di sana,” tutur Khaerudin.

 

Menurutnya, kawasan Sorogenen memiliki sejumlah jalur drainase penting yang berada di sisi timur, utara, barat, hingga selatan kawasan. Saluran tersebut memiliki fungsi strategis sebagai penghubung aliran air menuju saluran di Jalan Seruni.

 

Ia menjelaskan, saluran di sisi utara Jalan Melati dan sisi barat Jalan Agus Salim merupakan jalur penghubung dari drainase Jalan Agus Salim menuju saluran Jalan Seruni yang melintasi kawasan Sorogenen. Oleh sebab itu, kebersihan kawasan tersebut menjadi perhatian serius DPUPR.

 

“Di sisi timur sebelumnya juga sudah kami lakukan pembersihan karena banyak sampah sisa pedagang. Kemudian di sisi selatan meskipun salurannya kecil, juga penuh sampah dan sudah kami bersihkan semuanya,” jelasnya.

 

Khaerudin menambahkan, kawasan eks Pasar Darurat Sorogenen sejatinya merupakan ruang terbuka hijau (RTH) publik yang telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 9 Tahun 2020 tentang Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW). Fungsi utama kawasan tersebut adalah sebagai area resapan air sekaligus ruang hijau yang memberikan manfaat ekologis bagi masyarakat.

 

“Fungsi utama ruang terbuka hijau adalah untuk peresapan air dan tanaman penghasil oksigen. Jadi ketika hujan turun, air bisa langsung terserap ke tanah. Pedagang sebenarnya masih dimungkinkan ada, tetapi jumlahnya dibatasi dan bangunannya tidak boleh mendominasi ruang terbuka yang ada,” imbuhnya.

 

Untuk menjaga kelancaran drainase, DPUPR melakukan pembersihan secara rutin dan berkala. Bahkan khusus di sisi timur Sorogenen atau Jalan Cempaka, pembersihan dilakukan hampir setiap minggu, bahkan bisa lebih sering tergantung kondisi lapangan.

 

“Kalau untuk Sorogenen sisi timur itu hampir tiap minggu minimal sekali dibersihkan. Tetapi kalau belum seminggu sudah penuh, tetap kami bersihkan. Kami juga memiliki tiga petugas yang setiap hari standby membersihkan sampah di sepanjang saluran Seruni hingga menuju Stasiun Pompa Seruni di Kalibanger,” terang Khaerudin.

 

Ia mengakui, kondisi kawasan kini jauh lebih mudah ditangani setelah tidak lagi dipenuhi aktivitas pedagang di trotoar maupun sekitar jalur drainase. Menurutnya, kebersihan saluran kini relatif lebih terjaga dibanding sebelumnya.

 

“Sekarang setelah dibersihkan kondisinya masih relatif bersih, hanya ada satu dua sampah. Berbeda dulu, baru sehari dibersihkan, besoknya sudah penuh lagi,” katanya.

 

Upaya penataan dan pembersihan tersebut mendapat dukungan positif dari warga sekitar. Salah satu warga yang rumahnya tidak jauh dari eks Pasar Darurat Sorogenen, Joko, mengaku senang dengan kondisi kawasan yang kini terlihat lebih rapi dan bersih.

 

Menurutnya, keberadaan saluran yang bersih membuat lingkungan menjadi lebih nyaman dan mengurangi kekhawatiran warga terhadap genangan air maupun bau tidak sedap akibat sampah menumpuk.

 

“Kami sebagai warga tentu mendukung penataan ini. Sekarang lingkungan terlihat lebih bersih dan drainasenya juga lebih lancar. Harapannya kondisi seperti ini bisa terus dijaga bersama-sama,” ungkap Joko.

 

Ia juga mengapresiasi langkah cepat DPUPR yang rutin melakukan pembersihan serta menyiagakan petugas di kawasan tersebut. Menurutnya, keberadaan petugas sangat membantu menjaga kebersihan saluran agar tidak kembali dipenuhi sampah.

 

"Dengan pembersihan drainase yang dilakukan secara berkala, kami berharap kawasan Sorogenen dapat kembali berfungsi optimal sebagai ruang terbuka hijau publik yang bersih, nyaman, sekaligus mendukung pengendalian genangan air di wilayah sekitar,"pungkasnya. (*)


Berikan Pendapat Anda