Pemkot Pekalongan Apresiasi Penghibahan Ribuan Buku, Yagis Corner Resmi Hadir di Perpustakaan Unikal

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Abdul Ghaffar Ismail (Yagis) dan Unikal atas inisiatif menghadirkan sudut baca yang representatif bagi masyarakat.

Kota Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan mengapresiasi pelaksanaan penandatanganan nota kesepahaman (MoU), serah terima buku, serta peresmian Yagis Corner yang merupakan kolaborasi antara Universitas Pekalongan (Unikal) dan Yayasan Abdul Ghaffar Ismail (Yagis) di Gedung F Unikal, Rabu (15/4/2026). Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat kolaborasi antara pemerintah daerah, dunia pendidikan, dan lembaga sosial dalam meningkatkan literasi masyarakat.

Setelah prosesi penandatanganan MoU dan serah terima buku, acara dilanjutkan dengan peresmian Yagis Corner yang berlokasi di dalam perpustakaan Unikal. Peresmian tersebut ditandai secara simbolis dengan pemotongan rangkaian bunga sebagai tanda dibukanya pojok baca tersebut untuk umum.

Wakil Wali Kota Pekalongan, Balgis Diab menyampaikan apresiasi tinggi kepada Yayasan Abdul Ghaffar Ismail (Yagis) dan Unikal atas inisiatif menghadirkan sudut baca yang representatif bagi masyarakat. Ia menilai kehadiran Yagis Corner diharapkan mampu menjadi jendela dunia bagi mahasiswa maupun masyarakat Kota Pekalongan.

"Saya mengapresiasi terlebih buku-buku yang disumbangkan mencakup berbagai bidang seperti agama, ekonomi, sosial, dan politik, sehingga dapat memperkaya pengetahuan pembaca dari berbagai latar belakang," ujarnya.

Ia juga mengapresiasi pihak Unikal yang telah menyediakan ruang terbaik untuk keberadaan Yagis Corner sebagai bagian yang tak terlepas dari pengembangan literasi di Kota Pekalongan.

Sementara itu, Rektor Unikal, Andi Kushermanto mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan langkah nyata dari implementasi kerja sama yang telah disepakati melalui MoU. Menurutnya keberadaan koleksi buku cetak di Yagis Corner menjadi pelengkap penting di tengah dominasi sumber belajar digital saat ini.

“Hari ini adalah acara yang luar biasa karena tidak hanya penandatanganan MoU, tetapi juga langsung diimplementasikan. Buku-buku yang dihadirkan tidak hanya bersifat akademik, tetapi juga mencakup budaya, sastra, dan sejarah yang dapat memberikan wawasan baru bagi mahasiswa,” katanya.

Ia menambahkan bahwa keberadaan buku-buku tersebut akan memperkuat posisi Unikal sebagai perguruan tinggi berstatus unggul. Ia berharap mahasiswa dapat membaca secara lebih komprehensif dan tidak hanya bergantung pada informasi digital yang cenderung parsial, melainkan juga memahami sejarah, budaya, serta perjuangan para pahlawan bangsa.

Sementara itu, Pembina Yagis, Rahmat Ismail menyebutkan jumlah buku yang dihibahkan kepada Unikal sebanyak 3.519 buku dalam program ini. Ia berharap kontribusi tersebut dapat memberikan dampak signifikan bagi peningkatan literasi dan wawasan masyarakat.

Secara singkat ia menceritakan sosok sang Ayah yakni Abdul Ghaffar Ismail, tokoh yang menjadi inspirasi berdirinya yayasan tersebut. Almarhum lahir di Sumatera Barat pada 11 Agustus 1911 dan merupakan seorang aktivis kemerdekaan yang kemudian diasingkan oleh pemerintah kolonial Belanda ke Kota Pekalongan pada tahun 1931. Sejak saat itu, beliau menetap hingga akhir hayatnya dan dimakamkan di Kota Pekalongan.

"Kami sebagai anak-anak ingin kerja sama dengan Unikal bisa terus berlanjut, tidak hanya dalam bentuk hibah buku, tetapi juga melalui berbagai program literasi dan pengembangan pendidikan lainnya di masa mendatang," tandasnya.

Dengan diresmikannya Yagis Corner, diharapkan budaya literasi di lingkungan kampus dan masyarakat Kota Pekalongan semakin berkembang serta mampu mencetak generasi yang berwawasan luas dan berdaya saing tinggi. (*)


Berikan Pendapat Anda